Oleh: dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK*
Puasa Ramadhan merupakan ibadah istimewa yang diwajibkan bagi umat Islam, yang tidak hanya memiliki nilai spiritual tinggi, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik dan mental. Dalam perspektif Nahdlatul Ulama (NU), ibadah selalu selaras dengan prinsip kemaslahatan, keseimbangan (tawazun), dan kemudahan (taysir). Karena itu, menjaga kesehatan selama berpuasa bukan sekadar kebutuhan biologis, melainkan bagian dari pengamalan ajaran Islam secara utuh.
Puasa bukanlah praktik yang melemahkan tubuh, tetapi sarana pembinaan diri agar manusia lebih disiplin, lebih sadar, dan lebih seimbang dalam menjalani kehidupan. Puasa mengajarkan pengendalian diri, tidak hanya dalam menahan lapar dan haus, tetapi juga dalam mengatur pola hidup secara menyeluruh.
Puasa dan Prinsip Keseimbangan
Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. Tubuh manusia adalah amanah dari Allah SWT yang wajib dijaga. Al-Qur’an mengingatkan agar manusia tidak berlebihan, termasuk dalam makan dan minum. Puasa Ramadhan melatih manusia untuk keluar dari pola konsumsi berlebihan menuju pola hidup yang lebih sehat dan tertata.
Dalam pandangan NU, menjaga kesehatan selama puasa merupakan bagian dari maqashid syariah, khususnya hifz an-nafs, yaitu menjaga jiwa. Dengan demikian, menjalankan puasa secara sehat bukan hanya anjuran medis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Pentingnya Sahur untuk Menjaga Energi
Sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat menyebabkan tubuh kekurangan energi, menurunkan konsentrasi, dan meningkatkan risiko kelelahan.
Sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, gandum, atau umbi-umbian yang dapat menyediakan energi secara bertahap. Protein seperti telur, tahu, tempe, dan ikan juga membantu menjaga daya tahan tubuh. Selain itu, penting untuk mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari makanan terlalu asin atau berminyak yang dapat memicu rasa haus.
Berbuka Puasa Secara Moderat
Berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Memulai dengan air putih dan makanan manis alami secukupnya membantu memulihkan energi dengan cepat tanpa membebani lambung. Memberi jeda sebelum makan besar membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
Islam mengajarkan moderasi dalam segala hal. Puasa bukanlah ajang untuk makan berlebihan, tetapi momentum untuk melatih pengendalian diri dan kesederhanaan.
Menjaga Keseimbangan Cairan
Dehidrasi merupakan salah satu tantangan utama selama puasa. Oleh karena itu, penting untuk minum air putih yang cukup antara waktu berbuka dan sahur. Mengonsumsi buah-buahan yang kaya air serta menghindari minuman berkafein berlebihan juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Menjaga hidrasi merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan, yang sejalan dengan ajaran Islam dalam menjaga amanah tubuh.
Aktivitas Fisik dan Istirahat yang Seimbang
Puasa bukan alasan untuk menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya. Aktivitas ringan tetap penting untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, aktivitas berat yang berlebihan sebaiknya dihindari, terutama di siang hari.
Selain itu, menjaga kualitas tidur juga sangat penting. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan biologis manusia.
Menjaga Kesehatan Mental
Puasa juga melatih pengendalian mental dan emosi. Memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga ketenangan batin membantu menjaga kesehatan mental selama Ramadhan.
Tradisi spiritual yang hidup dalam NU, seperti wirid dan shalawat, memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan jiwa. Jiwa yang tenang akan berkontribusi pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Memahami Keringanan dalam Syariat
Islam memberikan keringanan (rukhsah) bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Orang sakit, lansia, atau mereka yang berisiko mengalami gangguan kesehatan tidak diwajibkan berpuasa apabila dapat membahayakan diri.
Kaidah fikih menyatakan: “La dharar wa la dhirar,” yang berarti tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Prinsip ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesehatan umatnya.
Penutup
Menjaga kesehatan selama puasa Ramadhan merupakan bagian dari pengamalan ajaran Islam yang menyeluruh. Puasa yang dijalankan dengan pola hidup sehat tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan fisik dan mental.
Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki pola hidup, melatih disiplin, dan membangun keseimbangan. Dengan menjaga kesehatan, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa secara optimal dan meraih manfaatnya secara lahir dan batin.
*Penulis Adalah Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Juga Ketua LKNU PCNU Kabupaten Lebak



By aby rizka
Setuju dan Apresiasi Kpd Narasumber dan Penulis.
Terimakasih dan di lanjutkan episode berikutnya..
By Eli Suhaeli @PRANCIS)
Rubrik ini sebagai sarana da’wah bilmaqol dan binnadlor .manfa’at untuk amah dan umah.
Lanjutkan menuliskan rubrik /redaksi berikutnya.
Terimakasih sangat membantu.
By Dicky eka
Barakallah pak dokter,, sehat selalu