
Oleh: KH. Asep Saefullah*
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Hari ini, langit terasa lebih sendu. Duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kami, atas nama keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lebak, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama, Hj. Ning Margaret Aliyatul Maimunah.
Kepergian beliau bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin organisasi. Lebih dari itu, kita kehilangan seorang ibu bagi kader-kadernya, kehilangan seorang pejuang perempuan yang tak pernah lelah menyalakan api harapan, dan kehilangan sosok yang mengajarkan kepada kita semua bahwa pengabdian adalah jalan sunyi yang ditempuh dengan ketulusan dan cinta.
Beliau memimpin bukan hanya dengan kebijakan, tetapi dengan hati. Dalam setiap langkahnya, ada keteguhan yang menenteramkan. Dalam setiap ucapannya, ada keteduhan yang menguatkan. Dan dalam setiap perjuangannya, ada keikhlasan yang menjadi teladan bagi kita semua.
Almarhumah adalah penjaga marwah organisasi, perawat kaderisasi, dan penguat peran perempuan dalam bingkai ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, beliau berdiri tegak sebagai penuntun dan penggerak, memastikan bahwa perempuan Nahdliyyin tetap menjadi bagian penting dalam perjuangan umat, bangsa, dan agama.
Di dalam tubuh besar Nahdlatul Ulama, beliau adalah denyut yang menghidupkan semangat perempuan muda Nahdliyyin. Beliau tidak hanya hadir sebagai pemimpin struktural, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, sebagai teladan, dan sebagai penguat harapan bagi lahirnya generasi perempuan Muslimah yang tangguh, berakhlak, dan berkomitmen pada nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.
Kini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencukupkan perjuangan beliau. Tugas yang diemban telah beliau tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Namun, kepergian beliau bukanlah akhir dari perjuangan. Jejak pengabdian, keteladanan, dan nilai-nilai yang telah beliau wariskan akan terus hidup dalam gerakan Fatayat Nahdlatul Ulama, dalam doa-doa para kader, dan dalam setiap langkah perjuangan perempuan NU di seluruh penjuru negeri.
Kami bersaksi bahwa almarhumah adalah pribadi yang tulus dalam mengabdi. Seluruh hidupnya dipersembahkan untuk perjuangan, untuk kaderisasi, dan untuk kemaslahatan umat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir tanpa henti.
Kami berdoa, semoga Allah mengampuni segala dosa beliau, melimpahkan rahmat-Nya, melapangkan kuburnya, menerangi alam barzakh-nya, dan menempatkannya di surga terbaik bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah menganugerahkan kesabaran yang luas dan ketabahan yang kokoh. Yakinlah, orang-orang yang hidupnya dipenuhi pengabdian tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya berpindah tempat, meninggalkan cahaya yang akan terus menerangi jalan generasi penerusnya.
Selamat jalan, pejuang perempuan Nahdlatul Ulama.
Terima kasih atas pengabdian, keteladanan, dan cinta yang telah engkau wariskan bagi Nahdlatul Ulama, bagi umat, dan bagi bangsa.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا، وَارْفَعْ دَرَجَتَهَا فِي عِلِّيِّينَ، وَاجْعَلْ قَبْرَهَا رَوْضَةً مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَلَا عَذَابٍ.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
*Penulis Adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Lebak


