Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meneguhkan langkah konsolidasi jam’iyah melalui Rapat Pleno PBNU dengan menyepakati sejumlah keputusan strategis demi kemaslahatan organisasi. Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah meninjau kembali hasil Rapat Pleno PBNU pada 9 Desember 2025 serta memulihkan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU.
Keputusan ini diambil melalui musyawarah yang mengedepankan nilai tawasuth, tasamuh, dan ukhuwah nahdliyah, sebagai ruh utama dalam menjaga marwah dan kesinambungan kepemimpinan Nahdlatul Ulama.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa rapat pleno juga membahas dan menyepakati agenda-agenda strategis NU ke depan, yakni Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), serta Muktamar ke-35 NU.
Menurut KH Miftach, Munas dan Konbes NU dijadwalkan berlangsung pada bulan Syawal 1447 Hijriah atau sekitar April 2026. Sementara Muktamar ke-35 NU direncanakan digelar pada Juli atau Agustus 2026.
“Kita mempersiapkan dengan sebaik-baiknya Munas dan Konbes NU 2026 di bulan Syawal 1447 Hijriah, atau April 2026. Adapun Muktamar ke-35 NU kita targetkan di bulan Juli atau Agustus 2026,” ujar KH Miftachul Akhyar.
Lebih lanjut, Rais Aam PBNU menegaskan bahwa dinamika dan perbedaan pandangan yang sempat terjadi dalam tubuh organisasi merupakan bagian dari ikhtiar kolektif, yang kini telah diselesaikan melalui musyawarah dan kebijaksanaan para masyayikh.
“Apa yang menjadi masalah-masalah ikhtilaf waktu kemarin, ini sudah kita anggap selesai. Mari kita buka lembaran baru, dan melangkah bersama dengan niat khidmat yang selaras dengan ridha Allah,” imbuhnya.
PBNU berharap, keputusan rapat pleno ini menjadi penguat semangat kebersamaan seluruh warga NU untuk kembali fokus pada khidmat keumatan, penguatan jam’iyah-diniyah, serta persiapan matang menuju Muktamar ke-35 NU sebagai forum permusyawaratan tertinggi Nahdlatul Ulama.



